Selasa, 21 September 2010

Legenda Kue Bulan

Festival Kue Bulan adalah tradisi masyarakat Tionghoa yang dirayakan setiap tanggal limabelas bulan kedelapan Imlek. Festival ini juga dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur. Masyarakat Tionghoa merayakaan "zhong qiu jie" ketika bulan berada pada puncak kecerahannya disepanjang tahun. Menurut legenda, Dewi Bulan yang tinggal di istana kaca, keluar untuk menari dibawah bayang - bayang bulan. Kisahnya berawal ketika pada suatu masa ada sepuluh matahari bersinar bersamaan diatas langit. Kaisar meminta seorang pemanah terkenal untuk menembak sembilan diantaranya.
Ketika tugas itu berhasil dilaksanakan, Dewi Surga Barat menghadiahkan sebutir obat hidup abadi pada sang pemanah. Istri sang pemanah menemukan obat itu tanpa sengaja dan meminumnya. Karenanya ia lalu diasingkan ke bulan. Menurut legenda, kecantikan istri sang pemanah mencapai puncaknya pada hari perayaan kue bulan.
Sekarang masyarakat Tionghoa merayakan festival ini dengan tari - tarian dan doa sambil menikmati keindahan sang bulan, tentunya sambil menyantap kue bulan. Meskipun ada banyak macam kue pada tradisi Tionghoa, kue bulan hanya dihidangkan pada perayaan kue bulan saja. Salah satu jenis kue bulan tradisional berisi pasta biji teratai. Dengan besar seukuran telapak tangan, kue bulan yang padat berisi biasa dipotong menjadi empat lalu dihidangkan. Ada yang berisi kuning telur asin ditengah, melambangkan bulan purnama dan rasanya sangat lezat.
Jenis yang lain ada yang berisi empat kuning telur (melambangkan empat fase bulan). Disamping pasta biji teratai, bahan isian lain yang sering dijumpai adalah pasta kacang merah dan kacang hitam. Ada juga kreasi lain yang eksotis, yaitu kue bulan berisi pasta teh hijau dan kue bulan berkulit salju (ping pei), salah satu variasi dari Asia Tenggara yang dibuat dari tepung beras ketan. Karena cara membuatnya yang cukup rumit, kebanyakan orang memilih membeli kue ini daripada membuatnya sendiri.

Sabtu, 11 September 2010

BlackBerry Curve 3G 9300 September Release di Indonesia

RIM akan release the new BlackBerry Curve 3G 9300 di Indonesia mulai September 2010

Smartphone tersebut walaupun di release dengan os5 namum sudah os6 ready yang akan disediakan sebagai update. Tentunya masih banyak fitur lainnya dengan 3G, wifi, camera dll..

Blackberry Curve 9300 Spesifikasi

Harga Blackberry Curve 3G 9300 di Indonesia?
Menurut Indosat, harga sekita Rp3.5jt
Dan bisa beli dengan harga khusus Rp3jt

Silakan baca press release dari RIM:

Press Release: RIM Introduces the New BlackBerry Curve 3G Smartphone in Indonesia

New addition to the globally popular BlackBerry Curve series is fast, easy-to-use, richly-featured and BlackBerry 6 ready

Jakarta, Indonesia – Research In Motion (RIM) (NASDAQ: RIMM; TSX: RIM) today announced the new BlackBerry® Curve™ 3G, an exciting addition to the popular BlackBerry Curve series of smartphones. Designed to provide the growing mass of smartphone purchasers with a distinctly powerful, approachable and affordable choice, the BlackBerry Curve 3G supports high-speed 3G (HSDPA) networks around the world and gives users the exceptional communications features they need to accomplish more than ever, when they’re at home, at work and everywhere in-between.

“The BlackBerry Curve 3G is both an accessible and feature-rich smartphone which will be popular with many customers in Indonesia who highly value communications and productivity tools that help them get ahead of their day. With the ability to connect to 3G and Wi-Fi networks, users can access information and communicate quickly with the people that matter, as well as take advantage of useful features like built-in GPS to share their location on BBM and social networking sites,” said Gregory Wade, Managing Director, South East Asia, RIM.

The BlackBerry Curve 3G smartphone features a comfortable full-QWERTY keyboard for fast, accurate typing, optical trackpad for fluid navigation, built-in GPS and Wi-Fi®, as well as dedicated media keys, so music lovers can easily access their tunes while on the go. The new smartphone also features a camera that can record video and a microSD/SDHC slot that supports up to 32 GB memory cards for media storage. Support for 3G networks makes browsing faster, streaming music smoother, and gives users the ability to talk on the phone while they browse the web or instant message with BlackBerry® Messenger (BBM™).

The BlackBerry Curve 3G ships with BlackBerry® 5 and is BlackBerry® 6 ready. BlackBerry 6 is a new operating system for BlackBerry® smartphones that was announced last week. It retains the trusted features that distinguish the BlackBerry brand while delivering a fresh and engaging experience that is both powerful and easy to use. BlackBerry 6 is expected to be available for the BlackBerry Curve 3G, subject to carrier certifications, in the coming months.

The new BlackBerry Curve 3G smartphone (model 9300) is expected to be available in Indonesia from September.

For more information about the new BlackBerry Curve 3G smartphone visit www.blackberry.com/curve3G.

For more information about BlackBerry 6, visit www.blackberry.com/6




Jumat, 10 September 2010

Legenda Naga di China

Naga merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan bangsa China. Hal ini dapat dilihat dari budaya China yang hampir semuanya berhubungan dengan hewan legenda ini. Sebaliknya, para peneliti telah lama meyakini bahwa naga hanyalah merupakan mahkluk khayalan semata yang hanya hadir dalam legenda-legenda klasik.

http://boneislandbooks.files.wordpress.com/2009/05/14851red-dragon.jpg

Namun sebuah penemuan pada tahun 1996 seolah menjawab keragu-raguan para ahli. Para arkeolog di China berhasil menemukan fosil naga ini di Desa Guanling, Kota Anshun, China. Penemuan ini membuktikan bahwa hewan yang dikeramatkan ini a pernah ada.

Dalam bingkai ilmu pengetahuan, naga merupakan reptil yang hidup di samudra pada masa Triasik sekitar 200 juta tahun yang lalu. Naga merupakan makhluk amfibi, ia banyak menghabiskan waktunya di air dan terkadang berjalan ke daratan.

Naga merupakan legenda yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat China. Hewan dari masa lalu ini, sering hadir dalam kisah-kisah masa lalu China dan dianggap sebagai makhluk yang istimewa. Orang Mandarin juga meyakini bahwa mereka adalah titisan dari naga.

Hal inilah yang membuat penemuan pada tahun 1996 ini di sambut baik masyarakat. Fosil naga yang ditemukan di Desa Guanling itu dilengkapi dengan sepasang tanduk di atas kepalanya. Wujud dari naga ini menyerupai hewan legenda yang sering terdapat dalam legenda.

Fosil ini dalam kondisi baik dengan Panjangnya keseluruhan mencapai 7,6 m, kepalanya 76 cm dan lehernya 54 cm. Tubuhnya memiliki panjang 2,7 m serta lebar 68 cm, dan buntutnya 3,7 m.

Kepala naga ini berbentuk segitiga, dengan lebar mulut 43 cm. Bagian terlebar di kepala naga ini mencapai 32 cm, kedua tanduknya, dengan bentuknya yang simetris menjulang dari bagian terlebar tersebut dan berukuran 27 cm.

Tanduknya berbentuk agak sedikit melengkung serta condong ke samping, sehingga semakin membuat fosil tersebut menjadi seperti naga dalam legenda. Fosil itu pada akhirnya dipamerkan pada tahun 2007 di Xinwei Ancient Life Fossils Museum di Anshun, Guizhou, China.

Tak pelak lagi, penemuan ini benar-benar mengegerkan masyarakat. Karena ini adalah pertama kalinya bagi China untuk menemukan sebuah fosil “naga” yang dilengkapi sepasang tanduk. Penemuan ini menyajikan bukti tentang kemungkinan naga memiliki tanduk. Penemuan fosil ini memberi informasi ilmiah yang penting bagi manusia untuk melacak asal-usul legenda naga di China.

Penemuan di Yunnan dan Sungai Liachoe

Penemuan lainnya terjadi di Provinsi di dekat sebuah desa di Fuyuan, China baratdaya pada tanggal 22 Januari 2007. Penduduk setempat menemukan fosil naga berukuran kecil yang telah melekat pada lempengan batu di dalam sebuah gua di atas sebuah bukit.

Fosil Naga

Para petani di desa itu telah melakukan penggalian fosil sejak tahun 2000 untuk mencari “sisa-sisa” dari legenda naga karena terinspirasi oleh penemuan naga yang dipamerkan di Guizhou. Para petani melakukan itu untuk menambah penghasilan dengan menjual fosil tersebut kepada para peneliti.

Sebelumnya, untuk membuktikan keberadaan naga itu, para arkeolog China melakukan ekskavasi sejak tahun 1983 di beberapa lokasi yang diyakini pernah ditinggali oleh peradaban China kuno. Ekskavasi pertama dilakukan di sekitar Desa Niuheliang, di kaki Gunung Merah (Red Mountain). Tepatnya, berada di lokasi lembah Sungai Liachoe. Dari beberapa temuan membuktikan, bahwa di daerah ini pernah ditinggali sebuah peradaban kuno yang cukup maju ribuan tahun silam.

Pada penggalian pertama, para arkeolog menemukan dua potongan batu giok berbentuk seekor naga. Giok naga ini diukir secara halus, berwarna hijau transparan. Penemuan pertama ini, menurut para arkeolog sangat berharga. Dari bukti itu terlihat peradaban ribuan tahun silam memang sudah mengenal budaya ukiran yang sangat halus dan tak kalah indah dengan hasil pahatan zaman sekarang

Penggalian hingga tahun 2003 itu melibatkan puluhan arkeolog dari Research Institute of Lioning Province, dan telah menyelesaikan pekerjaan pada 16 situs. Mereka mengaduk-aduk situs pada areal 1.576 meter persegi. Menggali enam kuburan kuno yang diduga adalah kuburan para pimpinan masa itu.

Penggalian Fosil

Dari hasil penggalian itu, ditemukan 479 potong bukti-bukti yang mengarah tentang keberadaan ular naga, dalam bentuk fosil rahang dan bagian tubuh lainnya yang diduga merupakan bagian tubuh dari seekor ular besar.

Penggalian Fosil

Termasuk tiga potong patung naga yang terbuat dari batu giok halus, yang ditemukan dari kuburan kuno. Konon temuan giok patung naga itu, hampir sama dengan temuan hasil ekskavasi di Desa Sanxingtala pada tahun 1970. Desa ini masuk dalam wilayah Kota Cipeng di Monggolia Dalam.

Profesor So Bingqi, seorang arkeolog terkenal di China dan merupakan Ketua Asosiasi Arkeolog Cina mengungkapkan, temuan terbaru itu masih harus diteliti lebih jauh. Terutama dengan uji karbon, untuk menentukan umur binatang purba itu dan merekonstruksi seluruh bentuk fisiknya.

Penggalian dilakukan lebih dalam lagi, untuk mencari bagian fosil lainnya yang bisa membuktikan, apakah fosil itu merupakan binatang melata biasa atau memang seekor naga yang diduga hidup lebih muda beberapa ribu tahun dari zaman binatang purba Dinosaurus, T-Rex, Brontosaurus dan binatang-binatang purba lainnya.

Namun dari ukuran tubuh, yang bentuknya lebih kecil dibandingkan dengan sejenis dinosaurus, diduga kuat temuan itu memang adalah sejenis ular pemangsa. Karena terlihat dari taringnya yang sangat tajam yang mengarah ke dalam, seperti halnya pada binatang pemangsa lainnya yang ditemukan lebih dahulu seperti T-Rex.

Nenek Moyang Ular

Patung Naga

Penelitian di sekitar lembah Sungai Liachoe terus dilanjutkan para arkeolog, untuk menentukan apakah temuan ini hanya satu-satunya bukti atau masih ada yang lain.

Ternyata dugaan dari para arkeolog itu tidak sia-sia, penggalian di “Red Mountain Goddes”, ternyata ditemukan bukti lainnya yang saling mendukung. Temuan serupa di lokasi ini, menemukan beberapa bukti lain yang menguatkan keberadaan naga itu.

Baik arkeolog Bingqi maupun Daahun, anggota Tim Kerja pencari bukti keberadaan naga itu menyimpulkan, ular yang selama ini dimitoskan itu memang ada.

Hanya apakah bentuknya memang sempurna, seperti naga yang digambarkan dalam bentuk patung seperti di biara atau hanya ular purba biasa? Semua itu masih dalam tanda tanya. Para arkeolog masih mencari bukti-bukti lain, dan merekonstruksinya secara sempurna.

Untuk sementara, mereka berhasil merekonstruksi temuan fosil itu adalah sejenis binatang ular purba. Hal ini terlihat jelas, dari kerangka kepala yang mengarah pada sebuah kerangka ular. Namun masih belum sempurna, karena beberapa bagian lain yang diduga berupa tulang rawan bentuknya masih samar-samar. Tapi semua arkeolog meyakini, fosil itu adalah fosil naga, nenek moyang ular-ular sekarang.

Mengenai keraguan bentuk naga sebenarnya, untuk sementara mereka sepakat gambaran patung-patung naga yang dibuat sejak ribuan tahun lalu, diduga kuat itu mewakili bentuk ular naga sebenarnya meski bukti-bukti pendukungnya masih dideteksi.

Mereka juga setuju bahwa gambaran yang ditemukan dalam bentuk patung giok naga (patung dari hancuran emas dan perungu, diperkirakan berumur 8.000 tahun lebih) merupakan gambaran bentuk asli dari naga yang kini tinggal fosilnya.

Pada akhirnya bukti-bukti bahwa naga pernah ada, layak didukung dengan harapan hendaknya hewan ini wakil dari wujud kebaikan. Sebab bukan tidak mungkin, pemujaan Bangsa China maupun bangsa lainnya dikarenakan suatu hal baik yang pernah dilakukan oleh naga atau “ hewan sejenis ular besar” kepada manusia di masa-masa lampau.

Bangsa dan Negara yang Memiliki Kisah Naga :

China :
disebut Long, berbentuk ular dengan empat kaki yang berkuku

Vietnam :
disebut Rong

Jepang :
disebut Ryu, memiliki tiga kuku tajam

Korea :
disebut Yong ( naga langit) , Yo (naga laut) dan Kyo (naga gunung)

Siberian :
disebut Yilbegan – India : dikenali Vyalee dan banyak diukir di kuil Selatan India.

Germanic/Scandinavian :
disebut Lindworm, berbentuk ular besar yang berkaki dua.

Wales :
disebutY Ddraig Goch, naga merah yang tertera pada bendera negeri itu.

Hungarian :
disebut Zomok, berbentuk ular yang tinggal dalam paya dan sering memangsa khinzir atau biri-biri. Sárkánykígyó, berbentuk ular berkepak. Sárkány, naga berbentuk manusia yang memiliki banyak kepala.

Slavic :
disebut Zmey, Zmiy dan Zmaj , menyerupai naga Eropa tetapi memiliki banyak kepala, dapat menyemburkan api.

Romanian :
disebut Balaur, memiliki sirip, berukuran besar dan berkepala banyak.

Chuvash:
disebut Vere Celen, Amerika- Meso-amerika: disebut Amphitere,Inca: disebut Amaru, Brasil: dikenali sebagai Boi-tata.

Prajurit Terakota, Warisan Terunik Dunia

Terakota Qin adalah karya terbaik seni pahat Tiongkok zaman kuno. Terakota Qin yang masuk dalam daftar warisan dunia sejak tahun 1987 ini terdiri dari 8.099 patung berbentuk prajurit dan kuda dengan ukuran sedikit lebih besar dari wujud tokoh aslinya.





Tinggi rata-rata patung adalah 1,8 hingga 2 meter. Patung-patung ini dibuat 210-209 SM untuk menjaga makam Kaisar Cina Pertama, Kaisar Qin Shi Huang Di. Makam ini terletak sekitar 30 km di kaki Gunung Li Shan sebelah utara, Kota Xian, Propinsi Shaanxi, China.



Menurut catatan sejarah, Qin Shi Huang Di adalah kaisar yang memerintahkan pembangunan prasarana umum secara besar-sekaligus memerintahkan pembangunan Tembok Besar China yang juga legendaris.



Menariknya, pembangunan makam ini merupakan perintah dari Kaisar Qin Shi Huang Di sendiri setelah ia naik takhta pada 246 SM ketika ia masih berusia tiga belas tahun. Pembangunan makam berakhir 36 tahun kemudian. Kaisar Qin Shi Huang Di sendiri wafat pada tahun 210 SM dan dimakamkan di dalamnya.

Terakota yang menakjubkan ini ditemukan pada tahun 1974 oleh sekelompok petani China yang tengah mencoba mengebor sumur. Apa yang ditemukan kemudian sungguh menakjubkan. Patung kuda dan prajurit yang jumlahnya ribuan ini memiliki raut wajah yang sangat hidup dan berlainan satu sama lain, termasuk raut wajah kuda.

Saking bedanya, Anda akan dapat dapat membedakan setiap prajurit dan kuda dari yang lain dalam penampilan mereka yang unik, persenjataan dan berpakaian. Prajurit dan kuda ini disekat menjadi tiga bagian sesuai dengan posisi terakhir sang prajurit. Ruang pertama berisi pasukan aktif perwira, ruang kedua pasukan cadangan, sementara ruang ketiga berisi rumah-rumah elit 68 komandan dan perwira.



Semua wajah prajurit menghadap ke arah timur untuk melindungi Qin Shi Huang Di dari kemungkinan serangan musuh yang datang dari arah tersebut di akhirat. Teknik pembuatan patung sehebat ini pun menjadi tanda tanya, apalagi dibuat 2000 tahun silam. Kejaiaban lainnya, ketiga ruang prajurit terakota ini hanya menempati 1% total luas makam.



Bagian yang tak kalah menarik dari kompleks makam Kaisar Qin Shih Huang Di adalah lubang terakota. Lubang ini merupakan bangunan struktur tanah dan kayu yang menyerupai terowongan yang dalamnya 4 hingga 8 meter dari permukaan tanah. Di dalam lubang tersebut dibangun dinding yang dipasang tiang kayu, belandar dan penyangga atap, dan gelaran tikar.




Di dalam lubang terakota ini juga terdapat senjata perunggu menakjubkan yang dibuat dengan teknik cor, teknik yang luar biasa untuk ukuran 2000 tahun silam. Kedashyatan kompleks makam Kaisar Qin Shih Huang Di ini menjadi simbol dashyatnya budaya Tiongkok kuno yang mampu bertahan hingga ribuan tahun setelahnya.

Akupuntur

Tusuk jarum atau akupuntur adalah bagian penting dari ilmu kedokteran tradisional Tiongkok. Pada awalnya, akupuntur digunakan hanya sebagai suatu cara pengobatan, tapi kemudian berangsur-angsur berkembang menjadi suatu disiplin ilmu. Ilmu akupuntur adalah ilmu yang menyusun dan mempelajari teknik pengobatan akupuntur serta hukum terapan klinis serta teori dasarnya. ( gambar sebelah kiri adalah peta sebagian titik akupuntur )

Akupuntur mempunyai sejarah yang panjang. Dalam kitab zaman kuno pernah berkali-kali disebutkan bahwa alat primitif tusuk jarum terbuat dari batu, dinamakan jarum batu. Jarum batu itu pertama-tama muncul di zaman batu baru (neolitik) kira-kira 8.000 sampai 4.000 tahun yang silam, atau sekitar masa akhir sistem komune marga. Dalam penelitian arkeologi di Tiongkok pernah ditemukan benda asli jarum batu. Sampai zaman Chunqiu ( tahun 770 sebelum Masehi—tahun 476 sebelum Masehi ), ilmu kedokteran telah melepaskan diri dari ikatan dukun, dan mempunyai dokter profesional. Dalam buku Chunqiu Zuozhuan, ada catatan tentang perkataan dokter terkenal Yi Huan tentang tusuk jarum ketika ia memeriksa kesehatan Raja Jinggong dari Dinasti Jin.

Dari zaman Negara-negara Berperang sampai Dinasti Han Barat ( tahun 476 sebelum Masehi—tahun 25 Masehi ), jarum logam digunakan semakin luas sejalan dengan kemajuan teknologi peleburan besi, dan jarum logam berangsur-angsur menggantikan jarum batu sehingga tusuk jarum digunakan semakin luas dan telah mempercepat proses perkembangannya. Pada zaman Dinasti Han Timur dan Tiga Kerajaan, muncul banyak ahli kedokteran yang pandai akupuntur, di antaranya Kitab Akupuntur yang ditulis Huang Pumi telah menjadi sebuah karya khusus yang lengkap tentang sistem akupuntur. Pada zaman dinasti-dinasti Jin Timur dan Jin Barat serta Dinasti Utara dan Selatan (tahun 256 Masehi—589 Masehi ), karya-karya khusus tentang akupuntur bertambah semakin banyak, dan pada masa itu pula akupuntur tersebar sampai Korea, Jepang dan negara-negara lain.

Pada zaman dinasti Sui dan Tang ( tahun 581—907 Masehi ), akupuntur berkembang menjadi suatu disiplin ilmu. Pada bagian kedokteran lembaga pendidikan ilmu kedokteran ketika itu diadakan jurusan akupuntur. Kemudian, ilmu akupuntur terus berkembang secara mendalam. Sampai abad ke-16, akupuntur mulai diperkenalkan kepada Eropa. Namun sampai Dinasti Qing, para dokter lebih mengutamakan obat daripada akupuntur sehingga pada derajat tertentu telah menghambat kemajuan ilmu akupuntur.

Akupuntur mencapai kemajuan besar setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949. Kini, di lebih 2.000 rumah sakit kedokteran tradisional Tiongkok di seluruh negeri terdapat bagian akupuntur; Penelitian ilmiah tentang akupuntur sudah mencakup berbagai sistem tubuh manusia dan berbagai bagian klinis; Sejumlah besar data eksperimen ilmiah yang berharga telah dicapai dalam penelitian mengenai peranan pengaturan, peredam rasa nyeri dan peningkatan imunitas akupuntur, serta gejala-gejala jingluo (meridian akupuntur) serta hubungan antara titik akupuntur dan organ tubuh.

Masakan Chuan

Dalam delapan sistem masakan Tiongkok, masakan Chuan adalah suatu masakan yang palong populer di Tiongkok.

Masakan Chuan adalah singkatan masakan Sichuan, bersejarah lama, dan rasanya istimewa, terkenal di Tiongkok bahkan dunia. Masakan Chuan mementingkan warna, rasa dan bentuk, terutama pedas.

Di bidang cara masakan, masakan Chuan pandai diguankan menurut permintaan bahan, iklim dan orang tertentu.

Seiring dengan perkembangan dan kemakmuran ekonomi, masakan Chuan menyerap keistimewaan masakan Tiongkok selatan dan utara,

Masakan Chuan sangat mementingkan perubahan rasa, dan tidak terpisah dari laba. Di bidang pedas, caranya sangat banyak, labanya bisa dijadikan sebagai bahan utama, dan dijadikan sebagai bumbu.

Sistem Delapan Masakan Tiongkok

  • Sistem Masakan Shandong

    Aliran: terdiri dari ciri khas Jinan dan Jiaodong.

    Keistimewaan: rasanya tebal, suka ditambah bawang, pandai pada memasak sup sayur-sayuran.

    Masakan terkenal: ikan digoreng, asam manis.


  • Sistem Masakan Sichuan

    Aliran: terdapat dua aliran antara lain Chengdu, dan Chongqing.

    Keistimewaan: rasanya pedas.

    Masakan terkenal: daging ayam yang digoreng, daging ditumis.


    (Tumis Kepiting Goreng Pedas)

     

  • Sistem Masakan Jiangsu

    Aliran: terdiri dari masakan daerah Yangzhou, Suzhou dan Nanjing.

    Keistimewaan: tekniknya terkenal dengan rebus, mementingkan supnya.

    Masakan terkenal: Tau direbus oleh sup ayam, bakso yang direbus


    (bakso yang direbus)
  • Sistem Masakan Zhejiang

    Aliran: terdiri dari masakan Hanzhou, Ningbo, Shaoxing, yang terkenal adalah masakan Hanzhou.

    Keistimewaan: segar, tidak lemak

    Masakan Terkenal: Daging Udang Ditumis, Ayam, Ikan Asam


    (Ikan Asam)

     

  • Sistem Maskan Guangdong

    Aliran: terdiri dari Guangzhou, Chaozhou dan Dongjiang, diwakili oleh masakan Guangzhou.

    Keistimewaan: menonjol goreng, rebus, tawar, segar.

    Masakan Terkenal: sup, Daging Gulao.


  • Sistem Masakan Hunan

    Aliran: mementingkan pedas,

    Masakan terkenal: ikan yang ditumis dengan pedas


    (ikan yang ditumis dengan pedas)



  • Sistem Masakan Fujian

    Aliran: terdiri dari masakan Fuzhou, Quanzhou dan Xiamen, dan diwakili masakan Fuzhou.

    Keistimewaan: bahan utamanya sea food, mementingkan asin.

    Masakan Terkenal: ikan ditumis
    (ikan ditumis )

     

  • Sistem Masakan Anwei

    Aliran: terdiri dari masakan daerah Wannan, Yantse dan Huaih.

    Keistimewaan: sering pakai daging diacar.

    Masakan terkenal: Bebek Hulu, Ayam Fuli.


    (Ayam Fuli)